12 September 2017 09:46  |   2 Hits Media Pembelajaran

Inovasi Pendidikan

Critical Thingking – Creative Thingking – Never Stop Questioning

Dalam pembelajaran inovasi pendidikan diperlukan 3 hal, yaitu critical thinking (berpikir kritis), creative thinking (berpikir kreatif) dan never stop questioning (tidak pernah berhenti bertanya).

Inovasi merupakan suatu perubahan baru untuk menuju ke arah perbaikan yang berbeda dengan sebelumnya dan dilakukan secara sengaja dan terencana (bukan kebetulan).

Adapun inovasi pendidikan menurut Ibrahim (1998) adalah inovasi yang berfungsi untuk memecahkan suatu masalah atau inovasi pada bidang pendidikan. Kesimpulannya, inovasi pendidikan adalah suatu gagasan atau ide, metode yang dirasa oleh seseorang atau masyarakat (kelompok orang) sebagai hal yang baru, baik itu berupa hasil penemuan baru (inverse) atau baru ditemukan orang (discovery) yang dipakai dalam mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan permasalahan pendidikan.

Sebagai seorang pendidik kita wajib mengetahui dan mampu menerapkan inovasi-inovasi untuk mengembangkan proses pembelajaran agar lebih kondusif supaya hasil yang diperoleh dapat maksimal. Output sangat berpengaruh terhadap kemajuan lembaga pendidikan, sehingga pengakuan yang nyata akan muncul dari orang tua, masyarakat dan juga siswa.

Saat ini pendidikan telah banyak mengalami perubahan. Pendidikan saat ini sudah megintegrasikan teknologi dengan praktik pembelajaran yang sangat inovatif. Menurut para peneliti dan pemangku kepetingan pendidikan, perubahan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para siswa serta pembelajar.

Perubahan pendidikan bertujuan untuk membekali siswa dengan kualitas pendidikan yang baik agar mamu beradaptasi dengan situasi masa kini. Bekal yang harus dimiliki oleh seorang siswa ataupun pembelajar adalah critical thingking atau berpikir kritis dan creative thingking atau berpikir kreatif serta dengan never stop questioning atau tidak pernah berhrnti bertanya.

Critical thinking atau berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenai permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan serta mengevaluasinya.

Berpikir kritis adalah berpikir dengan konsep yang matang, berpikir kritis adalah proses intelektual yang aktif dan penuh dengan keterampilan dalam

Membuat pengertian atau konsep, mengaplikasikan, menganalisis, membuat sintesis dan mengevaluasi. Menurut Gehard (Mayadiana, 2005: 9) berpikir kritis sebagai proses kompleks yang melibatkan penerimaan dan penguatan data, analisis data evaluasi dengan mengembangkan aspek kualitatif dan kuantitatif, serta membuat keputusan dengan berdasarkan evaluasi.

Berpikir kritis ini bertujuan untuk mencapai penilaian kritis terhadap apa yang akan kita terima atau apa yang akan kita lakukan dengan alasan logis, memakai standar penilaian sebagai hasil dari berpikir kritis dalam membuat keputusan, menerapkan berbagai strategi yang tersusun dan memberikan alasan untuk menentukan dan menerapkan standar tersebut.

Pentingnya berpikir kritis pada zaman yang modern ini sangat diperlukan dalam hal mengambil keputusan dari suatu kejadian. Sebuah informasi yang kita terima dari orang lain pun tidak seharusnya kita terima mentah-mentah melainkan dengan proses berpikir kritis. Dari keputusan yang telah kita ambil tersebut hendaknya kita melihat atau meninjau kembali apakah keputusan tersebut sudah benar. Jika kita merasa keputusan yang kita ambil itu sudah tepat maka kita telah melalui proses berpikir kritis.

Berpikir kritis memungkinkan kita untuk memanfaatkan potensi kita dalam melihat masalah, memecahkan masalah. Berpikir kritis sangat dibutuhkan di setiap kalangan dengan apapun pekerjaan yang dijalaninya. Jadi berikir kritis menjadi asset yang sangat berharga yang harus kita miliki.

Berpikir merupakan suatu kegiatan mental yang dialami seseorang bila mereka dihadapkan pada suatu masalah atau situasi yang harus dipecahkan. Sedangkan creative thinking (berpikir kreatif) adalah suatu pemikiran yang berusaha menciptakan gagasan yang baru. Berpikir kreatif dapat juga diartikan sebagai suatu kegiatan mental yang digunakan seseorang untuk membangun ide tau gagasan yang baru.

Menurut Munandar kreativitas pada intinya merupakan kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumya.

Kreativitas merupakan salah satu aspek kepribadian yang berhubungan dengan aktualisasi diri dimana setiap manusia lahir dengan memiliki potensi kreatif dan realisasinya tergantung pada kondisi yang mendukung. Kreativitas merupakan kecakapan mental dalam memanipulasi informasi sebagai pemahaman proses keatif. Jadi kreativitas merupakan suatu keterampilan untuk menciptakan suatu hal baru yang ada dalam diri kita dan kreativitas juga merupakan pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengn orang lain.

Pentingnya berpikir kreatif pada zaman yang sudah maju seperti sekarang ini tentunya tidak lepas dari peran-peran pihak yang memiliki pemikiran-pemikiran yang kreatif. Dengan berpikir kreatif kita dapat menciptakan peluang dalam hidup kita, seringkali kita tidak mampu untuk membuat keputusan dalam bertindak dikarenakan karna tidak adanya kesempatan padahal kesempatan itu selalu ada didepan mata kita. Dengan berpikir kreatif kita dapat menemukan peluang-peluang yang ada disetiap kejadian yang kita alami.

Kreativitas itu sendiri muncul dari kinerja otak kanan, dengan kinerja inilah manusia dapat menciptakan sesuatu karena imajinasi dan daya kreativitas. Prinsip utama untuk mengembang kan kreativitas yang kita miliki adalah dengan memiliki mindset “out of the box” sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa kita harus keluar dari zona aman kita yaitu pikiran-pikiran yang membelenggu kita sehingga kita merasa bebas dalam berimajinasi.

Timbulnya proses berpikir kritis dan berpikir kreatif itu diawali dengan tidak pernah berhenti untuk bertanya. Bertanya tentang apa yang ingin kita ketahui, bertanya tentang apa yang tidak kita ketahui sebelumnya. Menurut saya proses berpikir kritis dan berpikir kreatif itu bisa kita temui dimana saja. Bisa kita temui dalam proses belajar mengjar di sekolah atau kampus, di rumah, di kantor dan banyak tempat lain asalkan kita berani untuk bertanya akan hal-hal baru yang ingin kita ketahui.

Jadi dalam inovasi pendidikan, pembelajaran yang inovatif akan tercipta apabila ada critical thinking, dan creative thinking serta never stop questioning, karena untuk mengetahui apa yang belum kita ketahui kita perlu bertanya dengan berpikir kritis dan berpikir kreatif untuk menemukan hal-hal baru.

User Login

Mendaftar