15 September 2017 02:03  |   2 Hits Elearning

Teknologi informasi dan komunikasi adalah penyampaian data yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dan telah diolah berdasarkan ilmu eksak dan berlandaskan proses teknik sehingga bermanfaat bagi manusia atau pengguna. Pemahaman mengenai teknologi dalam konteks pembelajaran di kelas adalah sebagai alat atau sarana (Haddad, 2005) yang digunakan untuk melakukan perbaikan atau penyempurnaan kegiatan pembelajaran sehingga para siswa menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil kegiatan belajar siswa (Karsenti, 2005). Tujuan utama penggunaan teknoimageslogi ini adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pembelajaran.

Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dapat berupa komputer, LAN (local area network), WAN (wide area network), internet, TV, CD ROM, dan sebagainya. Hasil akhir yang diharapkan adalah peningkatan prestasi dan kecakapan akademik peserta didik serta pengurangan biaya, waktu, dan tenaga untuk proses pembelajaran.
TIK selalu terdiri dari hardware dan software. Hardware atau perangkat keras adalah segala sesuatu peralatan teknologi yang berupa fisik. Cirinya yang paling mudah adalah terlihat dan bisa disentuh. Sedangkan, software atau perangkat lunak adalah sistem yang dapat menjalankan atau yang berjalan dalam perangkat keras tersebut. Software dapat berupa operating sistem (OS), aplikasi, ataupun konten.

Perkembangan TIK telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Terjadi pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: dari ruang kelas ke di mana saja, dari waktu siklus ke waktu nyata, dari kertas ke on line, dan dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka, tetapi dapat juga dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, sms, dan e-mail. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula, siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui internet. Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai medi utamanya mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru: dari informasi ke transformasi.

Sebagai seorang professional, guru memiliki lima tugas pokok, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil pembelajaran, serta melakukan bimbingan dan konseling. TIK tentunya dapat berperan pada kelima tugas pokok tersebut. Dalam pembelajaran matematika yang paling penting ditekankan adalah ketrampilan dalam proses berpikir. Siswa dilatih untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, dan konsisten. Untuk membantu dalam proses berpikir tersebut, gambar dan atau animasi dapat digunakan. Dalam perencanaan pembelajaran guru dapat memperkaya materi yang akan disampaikan dengan mengambil beberapa contoh kontekstual yang ada di dunia maya dengan bantuan internet. Pada saat pelaksanaan pembelajaran, komputer dapat digunakan sebagai media. Pembelajaran matematika yang selama ini dianggap sangat menakutkan tidak perlu terjadi karena prosesnya diberikan secara menarik dan menyenangkan oleh guru mata pelajaran tersebut. Dengan bantuan beberapa perangkat lunak beberapa konsep matematika seperti volume benda putar, konsep limit, dan geometri dengan mudah dapat diterangkan dan bukti-bukti matematika dapat disajikan dengan lebih menarik. Dengan TIK, soal evaluasi dapat dengan mudah dibuat beragam. Selain itu, guru atau siswa dengan bantuan internet dapat dengan mudah untuk mendapatkan informasi tambahan yang akan membantu memperkaya wawasan.

Hubungan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan Pembelajaran Matematika

Kaitannya dengan pembelajaran matematika, guru (calon guru) hendaknya dapat menguasai perangkat lunak yang mendukung bidang matematika seperti MS Word, MS PowerPoint, MS Exel atau program aplikasi lainnya. Hal ini dimaksudkan para pendidik matematika dapat menyiapkan sendiri bahan pembelajaran berbasis komputer. Pembelajaran berbasis TIK menunjukkan bahwa kelompok peserta didik yang memiliki kemampuan dasar relatif baik, lebih terlihat pengembangan daya matematikanya. Walaupun demikian peran pendidik belum sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi, dalam arti e-learning berperan sebagai suplemen (Yuniawati, 2006).
Hubungan teknologi informasi dan komunikasi pada pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, karena TIK dapat menghindari bias, mendeteksi tebakan untung-untungan, merangsang peserta untuk berpikir luas, dan memberikan keseimbangan antara mengajar dan belajar (UNESCO, 2003).
Beberapa poin menarik mengenai manfaat pembelajaran matematika dengan TIK:
1. Pembelajaran matematika berbasis TIK lebih inovatif
Paradigma pembelajaran matematika yang terbiasa dengan angka, rumus, PR, dan latihan soal yang menjemukan tentu harus diubah menjadi pembelajaran matematika membuat menyenangkan dan nyaman. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan multimedia dalam menyampaikan materi yang diselingi berbagai hal unik dari media yang ada. Sebagai contohnya, adalah ketika kita ingin menjelaskan materi tentang peluang. Dengan bantuan laptop dan LCD kita bisa menampilkan gambar tiga kaos dan dua celana dengan warna yang berbeda dan siswa bisa diajak berpikir tentang berapa kombinasi yang mungkin untuk memakai kostum tersebut. Jadi, dengan adanya teknologi pembelajaran matematika lebih inovatif dan membuat siswa mampu memanifestasikan dalam dunia real yang tak terbatas pada symbol matematika semata.
2. Pembelajaran audio visual lebih efektif
Hal ini bisa diterapkan di kelas untuk menjelaskan materi disertai gambar atau grafik yang bisa dibuat secara langsung lewat program tertentu diiringi sound atau musik yang bisa bermanfaat bagi siwa dalam menyerap materi yang disampaikan.

3. Siswa lebih tertarik
Pembelajaran matematika dengan bantuan TIK akan membuat siswa lebih tertarik dalam mendalami materi maupun hal-hal lain terkait dengan materi yang dimpaikan. Para siswa tentu tidak akan jenuh dengan buku sumber dari guru semata, tetapi bisa menggali secara luas dari media internet.
4. Matematika tidak terkesan menjenuhkan
Matematika yang didukung dengan dengan kecanggihan TIK membuat pembelajaran matematika tidak menjenuhkan
5. Menguji kreatifitas guru dalam pembelajaran matematika
Manfaat terpenting yang diperoleh dari pembelajaran matematika berbasis TIK adalah para guru matematika akan semakin kreatif dalam mengemas dan menyajikan matematika menjadi sesuatu hal yang menyenangkan bagi para siswanya.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan pembelajaran matematika berbasis TIK yang dapat diperoleh bagi tenaga pengajar :
• Mendorong pengajar mengakses sumber-sumber pelajaran yang up-to-date atau terkini, memungkinkan pengajar mengkomunikasikan gagasan-gagasannya dalam cakupan wilayah yang lebih luas.
• Para pengajar matematika dapat menyiapkan sendiri bahan pembelajaran berbasis komputer
• Pengajar dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika sehingga dapat meningkatkan daya matematika mereka.
• Pembelajaran dengan menggunakan media komputer dapat memudahkan guru dalam penyampaian pelajaran
Berikut ini adalah beberapa keuntungan pembelajaran matematika berbasis TIK yang dapat diperoleh bagi peserta didik :
• Membangun interaksi ketika peserta didik melakukan diskusi secara on line kususnya dalam pelajaran matematika.
• Peserta didik dapat mengulang materi pelajaran yang sulit berkali-kali, sampai pemahaman diperoleh.
• Peserta didik dapat belajar lebih inovatif dan kreatif.
• Meningkatkan motivasi peserta didik terhadap pelajaran matematika serta dapat meningkatkan efektivitas pendidikan dengan penyeleseian persoalan yang cepat dan akurat
Kelemahan pembelajaran matematika berbasis TIK, yaitu :
• Kurangnya pemahaman tentang TIK dapat menghambat dalam proses pembelajaran matematika.
• Butuh keahlian khusus supaya bisa mengoperasikannya.
• Software-software yang mendukung pelajran matematika belum memadai.
• Masih kurang sarana dan prasarana yang mendukung sehingga tidak semuanya dapat diterapkan.

 

sumber : http://evaendarni.blog.upi.edu/2014/11/13/pembelajaran-matematika-dengan-menggunakan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/

User Login

Mendaftar